Manggar, Diskominfo SP Beltim – Tak perlu lagi repot datang ke gedung dewan, kini warga Belitung Timur (Beltim) bisa langsung menyampaikan aspirasi, keluhan, atau pertanyaan hanya lewat ponsel. DPRD Beltim resmi meluncurkan aplikasi “Raje Kampong”, platform berbasis web yang memudahkan masyarakat berinteraksi dengan wakilnya secara cepat, transparan, dan akuntabel.
Peresmian ini dilakukan sesaat sebelum Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Beltim untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025 di Ruang Sidang DPRD Beltim, Jumat (15/8/25).

Sekretaris DPRD Beltim, Fitri Zakiah mengatakan inovasi ini lahir dari kebutuhan menghadapi tantangan klasik di parlemen, seperti keterbatasan dokumentasi, distribusi informasi yang belum merata, dan sulitnya menjangkau seluruh dapil dalam waktu singkat.
“Melalui sistem ini, kami ingin mewujudkan parlemen yang lebih responsif, dengan memanfaatkan teknologi sebagai jembatan komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakilnya di legislatif,” ujar inovator Raje Kampong ini.
Diungkapkan Fitri, sejak soft launching pada 3 Agustus 2025 hingga hari ini (15/8), 11 aspirasi dan pengaduan telah masuk ke “Raje Kampong”. Rinciannya, 8 aduan sudah diproses pimpinan DPRD, dua sedang ditangani, dan satu tengah dikoordinasikan dengan Dinas PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kami menyadari bahwa inovasi ini bukan lah akhir, tetapi justru awal dari sebuah transformasi. Oleh karena itu, kami membuka diri terhadap kritik, saran, serta kolaborasi yang dibuat dari seluruh kemampu kepentingan untuk masyarakat yang akan datang,” ucap Fitri.
Ditemui usai acara, Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja menegaskan bahwa peluncuran “Raje Kampong” adalah momentum penting memperkuat komitmen bersama membangun pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berpihak pada rakyat.
“Aplikasi ini langkah nyata DPRD menyediakan wadah aspirasi yang mudah diakses. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan memanfaatkannya secara positif, konstruktif, dan bertanggung jawab,” kata Fezzi.

Dalam wawancaranya, Fezzi menambahkan bahwa aplikasi ini hadir untuk mendekatkan DPRD dengan masyarakat di era digital.
“Kalau ada aspirasi, saran, masukan, atau pertanyaan, sampaikan saja lewat aplikasi ini. Gratis, tanpa biaya, dan memudahkan, terutama bagi warga yang jauh dari pusat pemerintahan,” tutupnya. (Ln)
