Plt Asisten II Beltim Hadiri Rilis Resmi BPS

2 Mei 2025 | Berita Utama, Ekonomi

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Zikril menghadiri kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi April 2025 yang digelar di Ruang Pertemuan BPS Beltim, Jumat (02/05/2025).

Zikril mengungkapkan bahwa menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha dibutuhkan upaya mengantisipasi potensi kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis, seperti cabai, daging ayam, dan daging sapi.

“Oleh karena itu, dibutuhkan langkah-langkah antisipatif serta strategi pengendalian inflasi yang tepat agar dampaknya terhadap daya beli masyarakat dapat diminimalisir,” ucapnya pada saat membacakan sambutan Bupati.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pihak yang hadir, untuk senantiasa membangun dan menjaga sinergi yang telah terjalin selama ini sebagai kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah secara menyeluruh.

“Mari kita bersama-sama memperkuat komitmen dalam mengembangkan program ketahanan pangan lokal demi menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data pada rilis BPS Beltim pada April 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Kabupaten Beltim sebesar 1,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,82.

Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada di beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,05 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,37 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,82 persen.

Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,85 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,37 persen; kelompok transportasi sebesar 0,21 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,26 persen; kelompok pendidikan sebesar 15,31 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,25 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,16 persen.

Sebaliknya, kelompok yang mengalami deflasi y-on-y atau terjadi penurunan harga yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,53 persen. (Ts)