Mahasiswa UBB Ikuti KKN di Desa Mempaya dan Desa Lintang

18 Jul 2023 | Berita Utama

Manggar, Diskominfo Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) kembali menerima mahasiswa yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Beltim. Kali ini sebanyak 19 orang mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) akan mengikuti KKN selama empat bulan di Desa Mempaya Kecamatan Damar dan Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang.

Bupati Beltim melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Haryoso melepas para mahasiswa di Ruang Rapat Gunung Lumut Bappelitbangda, Selasa (18/07/2023). Haryoso menyambut baik kedatangan para mahasiswa UBB dan berharap program yang telah direncanakan oleh mahasiswa nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami harap para mahasiswa nantinya mampu menjadi motivator, fasilitator dan mediator bagi pemberdayaan dan pembangunan masyarakat, sehingga mereka bisa berdaya, baik secara ekonomi, individual maupun secara sosial, dalam mendukung potensi yang ada,” ungkap Haryoso.

Ia juga berharap mahasiswa dapat menjadi penggerak perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat, dalam upaya penanganan stunting di lokasi KKN masing-masing.

“Karena stunting merupakan kerja bersama yang harus dikerjakan secara holistic integratif oleh semua pihak, termasuk adik-adik mahasiswa KKN, demi terciptanya generasi sehat, cerdas, ceria, bahagia dan berakhlakul karimah dimasa yang akan datang,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Nizwan Zukhri mengungkapkan ada sedikit perbedaan antara program KKN tahun ini dengan KKN tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, KKN tahun ini merupakan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“KKN kali ini merupakan pilihan di antara 8 program kuliah luar kampus lainnya jadi di samping KKN, ada magang, kegiatan kemanusiaan, riset, independen, pertukaran mahasiswa. Pada KKN tematik ini DPL atau dosen pembimbing lapangan akan melihat tema apa yang pas dikembangkan ataupun permasalahan apa yang ada di desa sehingga nanti kita akan menentukan tema nya apa yang pas untuk dilakukan di desa tersebut,” jelas Nizwan.

Selain itu, jika dulu KKN merupakan program wajib bagi mahasiswa, saat ini mahasiswa bisa memilih program MBKM. mana yang mau diikuti. Setiap MBKM ada seleksinya, sehingga apabila mahasiswa tidak lolos seleksi MBKM satu, bisa mengikuti program MBKM lainnya.

“Kalau dulu KKN hanya dua bulan mendapatkan tiga SKS, sekarang mereka mengikuti KKN empat bulan mereka akan mendapatkan 20 SKS ini luar biasa,” tutup Nizwan. (Al)