Manggar, Prokom Setda Beltim- Keberhasilan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menurunkan angka stunting atau gagal tumbuh dari peringkat dua tertinggi pada Tahun 2021 untuk angka stunting menjadi peringkat dua terendah pada Tahun 2022 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lantas tidak membuat Beltim berpuas diri. Langkah – langkah terus dilakukan pemerintah daerah bersama dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Belitung Timur untuk mengeduakasi serta mensosialisasikan tentang bahaya stunting bagi masa depan generasi penerus bangsa.
Untuk itu, Khairil Anwar, Wakil Bupati Belitung Timur sekaligus Ketua TPPS Beltim melakukan kunjungan langsung ke rumah masyarakat yang menjadi sasaran Audit Kasus Stunting Kabupaten Belitung Timur di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Simpang Renggiang, Kecamatan Gantung, dan Kecamatan Manggar, Senin, (5/5/23).
Khairil Anwar mengatakan bahwa kunjungan langsung ke lapangan ini penting untuk dilakukan karena dengan berkomunikasi langsung dengan masyarakat, ia bisa dengan mudah mengidentifikasi masalah – masalah serta faktor – faktor apa saja yang menjadi penyebab terjadinya stunting di Belitung Timur.
“Jadi Kita sudah mengetahui, ternyata pantauan dari petugas kita, memang ada faktor – faktor tertentu setelah kita lihat ke lapangan, dan untuk mengatasi masalah itu, kita menugaskan stakeholder terkait dan perangkat daerah terkait untuk mengangani hal tersebut,” ujarnya.
ia juga mendorong pihak pemerintah desa untuk memegang komitmen untuk memberikan gizi tambahan tidak hanya kepada balita tetapi juga kepada ibu hamil, hal ini supaya gizi dan tumbuh kembang anak – anak sudah terpenuhi pada saat masih di dalam kandungan ibunya.
“Saya berharap agar desa – desa juga tetap komitmen, jadi pemberian makanan tambahan jangan hanya untuk anak – anak tetapi ibu – ibu hamil perlu juga mendapatkan perhatian baik dari segi vitamin maupun asupan makanan ibu”, tambah Khairil.
Disamping itu, Khairil Anwar mengungkapkan dengan kosistensi penurunan stunting oleh semua pihak diharapkan Belitung Timur dapat terus menekan angka stunting sehingga nantinya pada Tahun 2024 angka stunting akan lebih mengalami penurunan sehingga mencapai angka di bawah 14 persen.
Khairil Anwar menambahkan bahwa kunjungan langsung ini akan terus dilaksanakan dengan melibatkan perangkat daerah terkait, sehingga masalah – masalah dapat teratasi dengan baik.
“Kunjungan ini akan terus kita lakukan, artinya bukan cuma hanya kunjungan biasa tetapi dimana memang terdapat kendala itu nanti akan kita ikut libatkan perangkat daerah terkait”, tutupnya.
Kunjungan ke rumah sasaran Audit Kasus Stunting ini akan dilanjutkan sampai dengan tanggal 7 juni 2023 dengan sasaran seluruh kecamatan se-Kabupaten Belitung Timur. (Tr)
