Damar, Diskominfo Beltim – Sebanyak 30 tim yang merupakan perwakilan dari pelajar se-Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan bertanding dalam ajang Festival Sepak Bola U-12 Tahun 2022. Festival sepak bola U-12 ini sebagai sarana kompetisi untuk mencari bibit-bibit muda potensial dalam dunia sepak bola di Kabupaten Beltim.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Beltim, Amrizal mengatakan bahwa festival ini diadakan sebagai evaluasi pembinaan prestasi atlet pelajar cabang olahraga sepak bola U-12 untuk mempersiapkan atlet menuju kejuaraan tahun 2023 mendatang.
“Untuk itulah Dispora Kabupaten Beltim mempunyai tugas untuk membina seluruh cabang olahraga yang ada di Kabupaten Beltim untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah melalui kegiatan atau event kejuaraan,” ujar Amrizal saat acara pembukaan Festival Sepak Nola U-12 Kabupaten Beltim di Stadion Utama Rimba Plawan – Damar, Rabu (23/11).
Festival sepak bola U-12 ini akan berlangsung dari 23-25 November 2022 yang diikuti sebanyak 30 tim dengan jumlah 360 atlet.
“Nanti festival ini akan di laksanakan tiga hari, dari 23-25 November 2022 (Rabu-Jumat) dan seluruh pembiayaan kegiatan ini dibebankan pada APBD Dispora Kabupaten Beltim tahun anggaran 2022,” ujarnya.
Festival ini dibuka secara langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Haryoso yang dalam sambutannya mewakili Bupati Beltim Burhanudin mengapresiasi penuh kepada Dispora Kabupaten Beltim serta seluruh panitia yang terlibat atas penyelenggaraan Festival Sepak Bola U-12 di tahun 2022 ini.
“Ini sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memberikan pembinaan serta pelatihan sejak dini kepada atlet sepak bola di daerah sehingga meringa bisa mengembangkan bakatnya,” ujar Yoso.
Ia juga menghimbau kepada seluruh penonton yang hadir nantinya untuk selalu menjaga kondusifitas selama pertandingan berlangsung. Karena menurutnya dalam pertandingan ini harus menunjukkan segala potensi yang ada dalam diri sendiri.
Demikian juga dengan para orang tua, yang harus membekali anak-anak dengan kegiatan yang positif, sehingga penyaluran hobi dan bakat anak-anak dapat terarah serta waktu luang mereka dapat termanfaatkan dengan baik.
“Menang dan kalah bukanlah hal utama, karena hal utama adalah bertanding dengan jujur serta menjunjung tinggi sportifitas,” tutupnya. (Triya)
