Resmikan Kembali Rawat Inap Paviliun, Aan Berharap RSUD Muhammad Zein Terus Tingkatkan Pelayanan

14 Jun 2022 | Berita Utama

Manggar, Prokom Setda Beltim – Bupati Belitung Timur, Burhanudin, meresmikan pelayanan rawat inap Paviliun RSUD Muhammad Zein. Peresmian kembali pasca digunakan sebagai ruang isolasi Covid-19 dan setelah mengalami rehab serta ‘upgrade’ fasilitas ini juga dihadiri oleh Wabup Beltim, Khairil Anwar serta pejabat Pemkab Beltim dan perwakilan perusahaan-perusahaan pemberi CSR (Corporate Social Responsibility), Senin (13/6).

Dalam sambutannya, Burhanudin memberikan apresiasinya terhadap kembali beroperasinya rawat inap paviliun rumah sakit umum milik Kabupaten Belitung Timur yang kini bernama Muhammad Zein. Ia berharap keberadaan fasilitas ini akan menambah tingkat pelayanan RSUD selaku institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat Beltim.

“Pemda tentunya menyambut baik atas hadirnya pelayanan rawat inap paviliun ini. Tentunya dengan harapan agar fasilitas ini dapat menambah tingkat pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Zein, selaku institusi yang melenggarakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Belitung Timur,” ujarnya.

Ia berpesan agar para tenaga kesehatan di RSUD Muhammad Zein agar bersunguh-sungguh dalam memberikan pelayanan terhadap pasien.

“Kepada seluruh perawat yang ada di RSUD, khususnya di paviliun tentu nanti akan ada hal yang membutuhkan keseriusan dan sikap bersungguh-sungguh dalam menangani pasien,” pesan Aan sapaan akrab Burhanudin.

Meskipun demikian, bukan berarti mengabaikan pelayanan terhadap pasien yang dirawat di ruangan non paviliun. Oleh sebab itu, Aan juga menegaskan supaya pelayanan utama dan prima diberikan kepada seluruh pasien RSUD Muhammad Zein ini.

“Pelayanan tetap harus sama dan prima, baik untuk masyarakat di gedung belakang (non paviliun), maupun di paviliun. Tidak ada perbedaan. Artinya kinerja terhadap pelayanan masyarakatnya tidak membedakan kelas,” tegasnya.

Aan mengingatkan kepada seluruh pegawai RSUD tersebut untuk berkerja dan melayani secara tulus sebagai amal ibadah serta demi menjaga rasa kemanusiaan dan menjunjung tinggi etika profesi, baik itu bagi tenaga medis maupun non tenaga medisnya.

“Jadikan ketulusan kinerja kita adalah amal yang kita lakukan demi menjaga rasa kemanusiaan dan menjunjung tinggi etika profesi yang kita jalani,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kepada para perusahaan yang telah berpartisipasi dalam membangun fasilitas penunjang Rumah Sakit Muhammad Zein yang terus berbenah melalui penyaluran dana CSR-nya.

“Saya sampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada perusahaan-perusahaan yang telah berkontribuasi dalam mensuport atas terwujudnya pelayanan rawat inap paviliun RSUD Muhammad Zein,” pungkas Aan. (Ach)