Hadapi Perkembangan Zaman, Aan Pesankan Generasi Muda Persiapkan Diri

29 Jan 2022 | Berita Utama

Manggar, Prokom Setda Beltim – Bupati Belitung Timur, Burhanudin membuka Seminar Pendidikan Scope III dengan tema “Membangun Kesiapan Generasi Muda Belitong Dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan Menuju Era Digitalisasi Society 5.0” di Auditorium Zahari MZ, Sabtu (29/1). Seminar pendidikan tersebut seharusnya hanya dilaksanakan sekali di Tanjungpandan, namun dengan anjuran dan dukungan Bupati Beltim, acara ini juga diselenggarakan di Manggar guna memberikan informasi serta motivasi kepada pelajar Beltim untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.

Ketika diwawancarai seusai memberikan sambutan, Burhanudin mengungkapkan apresiasinya kepada pihak penyelenggara, yakni Komunitas Scope (Sedulang College Application Expo) berkolaborasi dengan IKPB (Ikatan Keluarga Pelajar Belitong) Pusat.

“Saya berterima kasih dengan IKPB Pusat, berterima kasih dengan Scope Expo III, mereka mau melaksanakannya di Belitung Timur, sehingga anak-anak tidak harus berbondong-bondong ke Tanjungpandan untuk mengikuti informasi seperti ini,” ungkapnya.

Burhanudin juga berpesan kepada seluruh pelajar Beltim supaya mempersiapkan diri menghadapi era 5.0, salah satunya dengan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Alasannya, ke depan, persaingan di masyarakat diproyeksikan akan lebih ketat.

“Sekarang ini kan mereka harus mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi era 5.0 salah satunya dengan sekolah, karena persaingan pada era mereka itu sangat kompetitif, persaingannya sangat luar biasa di era ke depan. Untuk menjadi PNS saja persaingannya cukup ketat,” pesan Aan sapaan akrab Burhanudin.

Lebih lanjut Aan menjelaskan, program studi yang akan dipilih untuk melanjutkan sekolah/pendidikan tinggi tersebut harus disesuaikan dengan keinginan, minat, dan bakat sang anak, bukan kehendak atau paksaan dari orang tuanya. Tujuannya supaya sang anak dapat lebih menjiwai pendidikan tersebut.

“Bagaimana kita mempersiapkan putra/putri daerah kita ini untuk menjadi generasi emas Belitung Timur yang betul-betul mereka paham bahwa sekolah itu bukan atas dasar kehendak orang tua, tapi sekolah berdasarkan pada keinginan, bakat dan minat mereka, dengan berdasarkan pada apa yang mereka tempuh.” Jelasnya.

“Sekolah itu kan (harus) dijiwai, kalau kita sekolah tidak menjiwai, tidak akan jadi apa-apa kita,” tambah Aan.

Ia berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, para pelajar Belitung Timur dapat memperluas pengetahuannya dari berbagai sudut pandang, sehingga generasi penerus Beltim dapat menghadapi kompetisi ke depan yang semakin ketat.

“Jadi mereka bisa bertukar informasi, mendapatkan pengetahuan, bisa bertukar pikiran dari narasumber-narasumber yang lain, karena pengalaman orang kan berbeda-beda. Semoga harapan kita ke depan, anak-anak Belitung Timur memiliki pengetatuan yang cukup untuk menghadapi kompetisi ke depan,” tutupnya. (Ach)