Manggar, DISKOMINFO Beltim – Demplot atau Demontration Plot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan. Hal ini telah dijalankan oleh beberapa Poktan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) Kabupaten Beltim adakan panen Demontration Plot (Demplot) cabai bantuan program Bank Indonesia di Kebun Demplot Kelompok Tani (Poktan) “Sepaham” Desa Mempaya Kecamatan Damar, Selasa (30/11).
Plt. Distangan Trijaka Priyono, S.PKP dalam sambutannya menjelaskan bahwa melalui Program Bantuan Sosial Bank Indonesia telah diitransfer ke rekening masing-masing kelompok tani dana bantuan sebesar Rp 15.000.000,- dan telah dimanfaatkan untuk pembelian sarana produksi berupa benih, pupuk, pestisida dan sebagainya. Sebelumnya juga perwakilan kelompok tani juga sudah diikutkan dalam kegiatan pelatihan untuk pengenalan penggunaan mikroba dekomposer serta pembenah tanah dan sudah diaplikasikan dalam kegiatan budidaya cabai ini.
”Sebagai hasil dari pelaksanaan program dapat kami sampaikan bahwa di Kelompok Tani Sepaham Desa Mempaya Alhamdulillah sudah memasuki masa panen dan mudah-mudahan dapat terus berproduksi secara maksimal kami juga menginformasikan bahwa kebun kelompok tani ini sudah dilakukan registrasi kebun dan sudah mendapatkan sertifikat keamanan pangan kategori prima 3, yang berarti bebas dari bahan berbahaya dan beracun sehingga aman untuk dikonsumsi,” ungkap Jaka sapaan akrabnya.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Heryanto, S,Si mengatakan bahwa dengan adanya demplot cabai Poktan Sepaham desa Mempaya ini untuk menumbuhkan cluster-cluster baru dalam membudidayakan tanaman cabai, dengan harapan produksi tanaman cabai di Beltim meningkat sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada pemasukan cabai dari luar dan dampak lainnya juga bisa menekan harga cabai, seperti yang diketahui cabai ini seringkali mengalami kenaikan harga sehingga memicu tingkat inflasi cabai di Beltim.
“Untuk program sosial dari Bank Indonesia tahun 2021 ada 4 kelompok yaitu Gapoktan Merante Hijau Desa Selinsing, Gapoktan Mufakat desa Gantung, Gapoktan Harapan Tani Sejahtera Desa Renggiang, Gapoktan Sepaham Desa Mempaya masing-masing poktan menerima bantuan dari Bank Indonesia senilai 15 juta untuk kebutuhan sarana produksi cabai, setiap kelompok kurang lebih ada 10 orang pengurus dari desa setempat,” kata Heri.
“Untuk tahun depan kami masih terus berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia mudah-mudahan program ini bisa berlanjut dan kita juga mengharapkan bukan hanya komunitas cabai saja namun kami harap akan ada komunitas bawang merah yang bisa menekan inflasi harga bawang merah, di beberapa tempat seperti desa Jangkang, desa Selinsing dan desa Air Kelik sudah pernah kita uji cobakan dan hasilnya cukup potensial,” tambahnya.
Tanaman cabai lebih mudah jika dibandingkan dengan tanaman sayur-sayuran, tanaman cabai ini sering terkendala dengan serangan hama dan jamur apalagi disaat musim hujan, Ketua Poktan Sepaham Suhairil menjelaskan untuk penanaman cabai ini kurang lebih 3 bulan setengah dari mulai pengeolahan tanah, pembibitan dan panen dan untuk hasil cabai yang bagus memang lebih baik di musim panas karena perawatannya akan lebih mudah tidak seperti dimusim hujan sering terkendala dengan hama dan dibutuhkan perawatan yang lebih.
“Ini sudah menggunakan pupuk kompos dan organik untuk tanaman cabai dan tanaman-tanaman lainnya kamek dak pakai pupok buatan, Alhamdulillah la ade 4 sampai 5 kali panen la dijual-jual ke pasar, ke toko-toko kan online, disini ada 3 macam varian cabai kecil yang ditanam yaitu Dewata, Sifon dan Ori 212, pedasnye hampir sama,” ujar Suhairil.
“Alhamdulillah kami terbantu juga program bantuan dari Bank Indonesia dan Distangan ini, Distangan sering sekali memberikan bantuan seperti sarana prasarana alat pertanian, bibit juga sering dibantu dan kebun cabe ini Alhamdulillah la membantu perekonomian keluarga kami,” tambah Suhairil.
Kurang lebih ada 2500 rumpun cabai yang ditanam di Poktan Sepaham yang diolah Ketua dan pengurus Poktan dimana masing-masing sudah memiliki tugas dalam perawatan tanaman cabai sampai dengan memanennya dan dari 3 varian cabai ini juga berbeda baik dari beratnya maupun bentuknya“Yang panen biasanya ada orang 4, satu hari dari pagi sampai sore kalau panen bisa sampai 30 kiloan biasanya gak cukup satu hari, dan yang lebih subur ini varian Sifon bentuknya lebih panjang dan berat dibandingakan dengan cabai Ori 212 meskipun lebih besar tapi lebih berat Sifon, kalau cabe Dewata lebih kecil-kecil,” ujar Tamsaria salah satu pengurus Poktan Sepaham. (Lu2)
