Aan Himbau Masyarakat untuk Waspada Terhadap Bencana Akibat Perubahan Iklim

26 Nov 2021 | Berita Utama

Manggar, Prokom Setda Beltim – Bupati Belitung Timur (Beltim), Burhanudin hadir dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Kesiapsiagaan Kamtrantibum dan Linmas Daerah jelang Nataru Tahun 2021/2022 di halaman Kantor Bupati Belitung Timur, Jumat (26/11).

Dalam prosesi apel tersebut, terlihat Burhanudin dan Forkopimda berkeliling mengecek kesiapan peralatan penanggulangan bencana dan barisan para personil yang terdiri dari TNI, kepolisian, Satpol PP, Tagana, Linmas, dan lain sebagainya.

Ketika diwawancarai oleh awak media terkait antisipasi yang sudah dilakukan oleh Pemkab Beltim untuk mengantisipasi bencana, Aan sapaan akrab Bupati Beltim menjelaskan bahwa pemerintah telah menghimbau kepada seluruh kecamatan dan desa agar mengantisipasi potensi bencana akibat perubahan iklim.

“Pertama kita sudah memberikan surat untuk seluruh kecamatan dan desa untuk mengidentifikasi dan mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat atas situasi dan kondisi perubahan iklim. Kondisi kebencanaan di kita yang selalu terjadi adalah banjir dan angin. Untuk itu kepada seluruh kades dan camat untuk melaksanakan antisipasi,” jelasnya.

Aan juga mengatakan bahwa pihaknya terus berusaha untuk selalu siap-siaga apabila terjadi bencana di Kabupaten Beltim.

“Dari segi pemerintahnya, dari Basarnas, Tagana dan kawan-kawan di BPBD itu insya Allah mereka selalu stand by dan siap,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap tempat tinggalnya masing-masing. Salah satunya dengan cara melakukan kerja-bakti atau gotong-royong membersihkan lingkungannya, terutama pada selokan-selokan yang tersumbat.

“Kalau misalkan ada bandar/ selokan yang buntu, segera dikerja-baktikan oleh masyarakat dengan gotong-royong. Tidak mesti pemerintah semua. Itu wujud kepedulian masyarakat atas lingkungan di mana mereka berada,” ajak Aan.

Kemudian, Aan juga mengingatkan kepada seluruh nelayan agar tidak memaksakan melaut apabila kondisi lautan tidak bersahabat. Hal ini demi keselamatan para nelayan yang ada di Beltim. Lalu, untuk mengantisipasi kebakaran akibat konsleting listrik dan gas, ia menghimbau agar masyarakat berhati-hati dalam menggunakan instalasi listrik yang ada di rumahnya masing-masing.

“Kita juga mengantisipasi kepada nelayan yang melaut untuk mengingatkan mereka kalau situasi dan kondisi tidak memungkinkan jangan dipaksakan dulu untuk melaut,” ujar Aan.

“Yang paling penting juga bencana kita adalah kebakaran, walapun musim hujan, konsleting listik (dapat) menjadi faktor penyebab. Oleh karena itu, kepada seluruh masyarakat kita himbau untuk hati-hati dalam menggunakan colokan-colokan (listrik), terus kompor gas dan segala macam itu harus waspada semua,” himbaunya.

Semua himbauan tersebut Aan lakukan tidak lain sebagai bentuk perhatiannya terhadap masyarakat Belitung Timur agar selalu berhati-hati dan waspada, sehingga terhindar dari malapetaka.

“Jangan sampai itu menjadi malapetaka bagi kita semua, khususnya kepada seluruh masyarakat dan kita semua yang harus lebih hati-hati dan waspada,” pungkasnya. (Ach)