Kementerian Perdagangan Lakukan Penilaian SNI di Pasar Gantung

11 Nov 2021 | Berita Utama

Gantung, Diskominfo Beltim – Kementerian Perdagangan RI didampingi Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) melakukan penilaian SNI di pasar Gantung, Rabu (11/11).

Liatim, selaku kepala DPMPTSPP Belitung Timur menyatakan bahwa proses penilaian pasar SNI akan dilaksanakan selama dua hari dan dari kementrian Perdagangan telah menugaskan PT Sucofindo sebagai pelaksana untuk menilai kelayakan pasar yang akan mendapat sertifikat SNI tersebut.

“Kedatangan mereka kesini dalam rangka penilaian pasar gantung untuk menuju pasar yang berstandar nasional Indonesia. Sejauh ini kita sudah didampingi dari tim pendamping dan memberikan masukan terhadap hal-hal yang harus kita benahi untuk menuju pasar gantung yang SNI,” ujar Liatim.

Dijelaskannya, bahwa untuk mendapatkan sertifikat SNI, sebuah pasar harus memiliki 46 komponen persyaratan. Berdasarkan analisisa dari tim pendamping, di Pasar Gantung saat ini sudah 70 persen lebih dari persyaratan tersebut sudah terpenuhi.

“Hari ini Alhamdulillah sudah turun langsung tim auditor yang bekerja sama dengan Dinas perdagangan. Ada 46 item yang akan dinilai yang terdiri dari 14 komponen utama tambahan. Diantaranya kebersihan pasar, pelayanan kesehatan, lokasi pasar dan dokumen legalitas pasar. Nah itu merupakan persyaratan umum untuk mendapatkan sertifikat SNI,” jelas Liatim.

Tujuan dari perumusan SNI Pasar Rakyat adalah sebagai pedoman dalam mengelola dan membangun pasar rakyat, serta memberdayakan komunitas pasar rakyat. Selain persyaratan umum, juga terdapat persyaratan teknis diantaranya elemen bangunan, pencahayaan, sirkulasi udara, drainase, pengelolaan sampah, ruang dagang, aksesibilitas, pengelolaan air limbah, sarana telekomunikasi, keselamatan dalam bangunan, pos ukur ulang dan sidang tera, serta ketersediaan air bersih.

Lebih lanjut Kepala Dinas Perdagangan tersebut juga menyampaikan harapannya agar pasar gantung bisa terwujud menjadi pasar yang bersertifikat SNI.

“Untuk kedepannya semoga pasar gantung bisa terus mempertahankan apa yang selama ini sudah baik,” harap Liatim.(Triya)