Manggar, Beltim – Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ditunjuk sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan Laskar Egrang Challange 50 KM pada Kamis, (21/10) nanti, yang merupakan rangkaian Pekan Olahraga Tradisional Nasional (POTRADNAS) ke VIII yang diselenggaran di Kabupaten Belitung.
Laskar Egrang Challange 50 KM ini terdapat 5 zona dan jarak antar zona sepanjang 10 KM serta dilakukan oleh 5 orang secara estafet, masing-masing menempuh 10 KM secara bergantian dan diiringi mobil pendamping.
Sedangkan untuk di Beltim sendiri terdapat tiga etape yang meliputi etape satu di Replika SD Laskar Pelangi, etape dua di MTS Muhammadiyah, dan etape 3 di Tebat Rasau.
“Jadi kita ini ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan event egrang ini, nanti kalau yang di Beltim ada tiga etape, etape satu di Replika SD Laskar Pelangi, etape dua di MTS Muhammadiyah dan etape tiga di Tebat Rasau,” ujar Bupati Beltim Burhanudin seusai menghadiri rapat persiapan event tersebut, di Ruang Rapat Bupati Beltim, Senin, (18/10).
Penyelenggaraan event nasional tersebut biayanya murni dari Kementerian Kepemudaan dan Olahraga (Kemenpora) RI, akan tetapi menurut Burhanudin Pemkab Beltim tetap akan mendukung event nasional tersebut dengan fasilitas-fasilitas yang ada di Pemkab Beltim.
“Biayanya murni dari Kemenpora RI, tapi kita tetap dukung seperti tarian-tariannya, fasilitas kesehatan, keamanan, dan lain-lainnya” tuturnya.
Menurut Aan sapaan akrab Burhanudin, momen diselenggarakannya Rangkaian Event Pekan Olahraga Tradisional Nasional ke VIII yaitu Laskar Egrang Challenge 50 KM harus diambil guna mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa olahraga tradisional tersebut pernah dimainkan pada masa kecil dulu.
“Saya pikir momen ini perlu kita ambil agar masyarakat di kampong kita ini tidak melupakan olahraga yang pernah kita lakukan saat kita masih kecil dulu,” ucap Aan.
“Saya pikir momen ini perlu kita ambil agar masyarakat di kampong kita ini tidak melupakan olahraga yang pernah kita lakukan saat kita masih kecil dulu,” ucap Aan.
Aan juga meminta kepada Kepala Desa (Kades) Lenggang selain Egrang Challenge 50 KM, olahraga tradisional lainnya bisa disisipkan pada acara tersebut seperti lomba meletik (ketapel). Aan berharap dengan dihidupkannya kembali olahraga tradisional bisa membuat anak-anak saat ini bisa terlepas dari pengaruh gadget.
“Tadi juga saya minta kepada Kades Lenggang untuk menyiapkan lomba meletik, jadi ini sekedar untuk mengingatkan saja bahwa meletik juga merupakan olahraga tradisional sekarang ini, jadi ada beberapa olahraga tradisional yang perlu kita angkat dan kita kembangkan lagi,” ungkapnya.(ver)
