Manggar, Diskominfo SP Beltim – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Loka POM Kabupaten Belitung terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) dalam pengawasan obat dan makanan. BPOM bersama Pemkab Beltim berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap penjualan antibiotik harus berdasarkan resep dokter.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Belitung, Asruddin usai Kunjungan Kerjanya kepada Bupati Beltim, Kamarudin Muten di Ruang Kerja Bupati, Rabu (27/08/2025).

“Kami menghimbau agar masyarakat lebih sadar dalam menggunakan antibiotik. Kemudian bagi pelaku usaha apotik dan toko obat diharapkan tidak menyerahkan obat secara bebas tanpa resep dokter,” tegas Asruddin.
Menurutnya, penggunaan dan penjualan antibiotik secara bebas dapat menyebabkan resistensi. Masyarakat harus memahami bahwa antibiotik bukanlah obat segala penyakit.
“Apabila sudah terkena resistensi, penyakit itu sudah tidak mempan lagi dengan obat. Ketika tidak mempan dengan obat maka susah untuk mencari obat-obat yang baru. Obat antibiotik harus diserahkan berdasarkan resep dokter, dan dibeli di tempat-tempat yang resmi,” ujarnya.

Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak menyimpan obat dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lama di rumah dan membuang obat dengan baik dan benar.
“Dan kepada pelaku usaha, harus memberikan KIE atau layanan informasi bagaimana cara penggunaan obat yang baik dan benar kepada masyarakat. Terakhir, kepada dokter dan tenaga kesehatan supaya bisa meresepkan obat antibiotik secara rasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Beltim, Kamarudin Muten mendukung penuh program BPOM dalam pengawasan obat dan makanan di Kabupaten Beltim oleh Loka POM Kabupaten Belitung.
“Kami sangat mengapresiasi atas program kerja dari Loka POM Kabupaten Belitung dan dalam waktu dekat kami akan mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan antibiotik kepada masyarakat Kabupaten Beltim,” ujar Kamarudin.
“Ini untuk kebaikan bersama masyarakat Belitung Timur supaya masyarakat yang lebih memahami terkait penggunaan antibiotik yang baik dan benar,” tambahnya. (Al)
