Damar, Diskominfo Beltim – Satu rumah milik Agustina (49) warga Desa Mempaya Kecamatan Damar, hangus terbakar. Bangunan yang berdiri sejak tahun 1982 itu kini telah terbakar. Diduga, api muncul saat rumah ditinggalkan ketika hendak mentransfer uang kepada anaknya yang baru masuk kuliah ke rumah saudaranya.
Agustina mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (21/8/2025) sekitar masuk waktu Sholat Dzuhur, Ia meninggalkan rumah kurang lebih pukul 11.30 WIB dan salah satu warga setempat ada yang menelpon memberitahukannya bahwa rumahnya terbakar dan asap hitam sudah mengepul.

“Macam bebula’, macam mimpi mimang baru ku tinggal suat, karena aku nak ngeprint tugas anak aku ke rumah umak sudare ade la 30 menitan,” ratap Tina, sapaan akrabnya saat diwawancarai di lokasi kejadian Sabtu (23/8/2025).
Ia melihat api muncul dari bagian depan rumah tempat yang biasa digunakan olehnya untuk berjualan. Keseharian Tina sebagai pedagang makanan yang membuka warung di rumahnya sendiri. Tina mengatakan ia masih sempat masuk ke dalam rumah untuk mengambil dan menyelamatkan beberapa barang yang masih bisa dijangkaunya.
“Waktu aku masok ke dalam rumah mimang api lum terlalu nyebar, gik dapat nyelamatkan beberape barang nok dapat aku ambik, lah panik minta tulong kan urang-urang,” ujar Tina.

Api sulit dipadamkan sekejap rumah Tina hampir habis terbakar dan hanya menyisakan bangunan paling belakang yang sebagian atasnya pun sudah termakan oleh api dan puing-puing dinding bangunan depan yang sudah rapuh karena panasnya api, beruntung anaknya Mahar dan suaminya yang sedang bekerja tidak di rumah saat kejadian dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kepala Desa Mempaya Yuli Darta beserta aparatur desa lainnya juga melakukan peninjauan di lokasi kejadian. Ia mengatakan sebagian kayu-kayu yang berserakan sudah dibereskan bersama beberapa warga setempat juga sedikit bantuan kebutuhan pangan.
“Kami sudah mengajak warga untuk ikut membantu bergotong royong membersihkan yang berserakan dan membersihkan area rumah bagian belakang untuk sementara tempat tinggal keluarga Ibu Tina,” ucapnya.

Yuli juga sudah bersurat kepada Bupati Belitung Timur (Beltim) Kamarudin Muten atas kejadian ini, ia berharap agar saling membantu, untuk dapat meringankan beban keluarga ibu Tina.
“Tidak hanya surat dari kami, mungkin Bapak Bupati sudah mendapatkan laporan tentang kejadian ini, dan beliau turun langsung untuk memberikan bantuan, jadi nanti kalau ada sumbangan dari warga, langsung saja diserahkan kepada keluarga korban yakni keluarga Ibu Tina,” tegasnya. (Lu2)
