Manggar, Diskominfo SP Beltim – Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim) Khairil Anwar menegaskan pentingnya peran aktif seluruh Camat dan Kepala Desa dalam mendukung pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Beltim , Senin (11/8/2025).
Menurut Khairil, langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.Khairil menyampaikan, DTSEN merupakan pondasi utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program sosial di daerah.

“Tanpa data yang akurat, mutakhir, dan terpadu, program apapun berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu, Camat dan Kades harus bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan DSP3A dalam memverifikasi serta memvalidasi data di wilayahnya masing-masing,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pemutakhiran data bukan pekerjaan sekali selesai, melainkan proses berkelanjutan yang memerlukan ketelitian dan tanggung jawab moral.

“Kawal langsung proses verifikasi dan validasi, dan pastikan data yang disampaikan benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat di wilayah masing-masing,” tambah Khairil.
Sementara itu, Kepala DSP3A Beltim Muhamad Yulhaidir menjelaskan bahwa DTSEN menjadi acuan utama penyaluran bantuan sosial, pemberdayaan sosial, dan program kesejahteraan sosial lainnya.

“DTSEN ini bukan sekadar daftar nama penerima bantuan, tetapi data terpadu yang menjadi rujukan semua program sosial. Pemutakhiran dilakukan melalui usulan dari tingkat RT/RW, perangkat desa, hingga jalur partisipatif lewat aplikasi SIKS-NG dan Cek Bansos,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, proses verifikasi dan validasi melibatkan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) serta BPS untuk memastikan data benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat.
“Kalau datanya tidak akurat, risikonya bantuan tidak tepat sasaran. Karena itu, kita harus bekerja teliti dan transparan,” ujarnya. (Ln)
