Manggar, Diskominfo SP Beltim – Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten secara resmi membuka Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Sapa Sekolah, Desa Pangan Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) tahun 2025 di Auditorium Zahari MZ, Kamis (31/7/2025) pagi.
Rapat ini diselenggarakan oleh Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Belitung dengan harapan dapat menjadi pilar utama dalam membangun kualitas hidup masyarakat. Bupati menekankan bahwa keamanan pangan adalah kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup dan daya saing masyarakat. Menurutnya, saat masyarakat, terutama anak-anak di sekolah, warga desa, hingga pelaku pasar, mampu mengakses pangan yang aman dan bermutu, maka sebuah fondasi penting untuk masa depan bangsa telah diletakkan.

“Ketika masyarakat dapat mengakses pangan yang aman, sehat, dan bermutu, maka kita telah menanam pondasi kuat bagi generasi yang cerdas dan berdaya saing,” ujar Kamarudin.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa keberhasilan program nasional ini tidak dapat digerakkan oleh satu lembaga saja.
“Tidak mungkin program ini berhasil hanya oleh satu institusi saja. Koordinasi yang solid antar perangkat daerah, dukungan dari dunia pendidikan, desa, pasar, serta masyarakat adalah kunci utama,” tambah Kamarudin.

Rapat ini juga diharapkan menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sehingga juga dapat dilakukan evaluasi menyeluruh atas tantangan dan capaian program, serta merumuskan strategi berkelanjutan ke depan.
Kepala Loka POM Kabupaten Belitung yang dalam hal ini diwakili oleh Pengawas Farmasi dan Makanan, Juliyardi, menegaskan komitmen Badan POM dalam mendukung upaya pemerintah mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program keamanan pangan.

Hal ini sejalan dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Germas, yang menugaskan Badan POM untuk menjamin keamanan dan mutu pangan olahan di masyarakat serta memperkuat pengawasan pangan di lingkungan sekolah.
“Keamanan pangan bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga berperan strategis dalam meningkatkan produktivitas masyarakat dan menurunkan beban pembiayaan layanan kesehatan akibat penyakit,” ujar Juliyardi.
Adapun program yang diusung Badan POM, seperti Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan, Desa Pangan Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), merupakan bagian dari Program Nasional Keamanan Pangan. Program ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif dari komunitas sekolah, desa, dan pasar agar mampu mandiri dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan masing-masing.
“Melalui intervensi ini, kami ingin menggugah kesadaran kolektif masyarakat agar menjadi pelaku aktif dalam pembinaan dan pengawasan keamanan pangan. Semoga akan lahir desa, kelurahan, sekolah, dan pasar lainnya yang bisa meraih penghargaan atas komitmennya terhadap keamanan pangan,” tambahnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi forum evaluasi dan sinergi antar pemangku kepentingan, serta memperkuat dukungan lintas sektor agar keberlanjutan program tetap terjaga pada tahun 2026 dan seterusnya.
Turut hadir dalam rapat ini Asisten III Sekretariat Daerah, Ida Lismawati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para camat, Kepala Puskesmas Kelapa Kampit dan Gantung, Kepala Sekolah SDN 16 Kelapa Kampit dan SMPN 3 Kelapa Kampit, dan Kepala Desa Gantung. (Rn)
