Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur kehilangan sosok pegawai yang menjadi teladan dan pengayom bagi sesama PNS dan orang di sekitarnya. Sang pejabat rendah hati dan tak pernah emosi itu memasuki masa purna tugasnya, usai 40 tahun mengabdi.
Sayono (60), merupakan pejabat panutan dan ‘bapak’ bagi banyak kalangan pegawai Pemkab Beltim. Saat acara Silaturahmi dan ramah tamah menjelang Purna Tugas Sayono di Lobi Sekretariat Daerah, Senin (30/6/25) Kemarin, tidak sedikit pegawai yang menitikkan air matanya melepas kepergian Sayono.

Begitu halnya dengan Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar yang merasa kehilangan dengan sosok Sayono. Mengingat mereka sangat dekat, satu angkatan PNS dan sama-sama pernah menjadi Camat.
“Kami melamar PNS di tahun 1984 dan sama-sama diterima di tahun 1985. Sejak itu hubungan saya dengan beliau tidak pernah putus,” ungkap Khairil.
Bagi Khairil, kepribadian Mantan Kepala Bagian Sosial Sekretariat Daerah itu agak berbeda dengannya, khususnya dari segi kesabaran. Bahkan sejak mengenal Sayono, tidak pernah sekalipun ia melihat atau mendengarnya marah.

“Haji Sayono adalah seorang seorang pria yang sangat baik dan perlu dicontoh. Menjadi seorang panutan, betul-betul penyabar dan dewasa, tidak pernah sekalipun melihat beliau marah sampai hari ini,” beber Khairil.
Namun meski begitu, Khairil punya banyak kesamaan dengan Sayono, utamanya saat memberikan pelayanan dengan masyarakat. Apalagi sesama pegawai kantor camat dan sama-sama pernah menjadi camat, mereka selalu mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan.
“Apa yang dapat kita lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sampai sekarang prinsip itu masih kami pegang. Itu yang kita harap akan jadi suri tauladan bagi rekan-rekan ASN lainya terutama yang masih muda,” harap Khairil.

Tidak Pernah Abaikan Tugas Yang Diberikan Kekaguman yang sama terhadap Sayono, juga diungkapkan oleh Bupati Beltim, Kamarudin Muten. Bahkan menurutnya sudah menyukai sosok Sayono sejak menjabat sebagai Camat Kelapa Kampit, 2011 silam. Kala itu, Afa menjadi pengusaha sekaligus warga Kecamatan Kelapa Kampit.
“Jujur dari dulu saya sudah suka dengan beliau, pas jadi Camat. Orangnya selow (penuh ketenangan-red) dan tidak pernah emosi. Sangat baik,” kenang Afa sapaan Kamarudin.
Apalagi saat Sayono menjadi bawahannya. Kekagumannya pun bertambah, lantaran Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat tersebut tidak pernah lepas dari tanggung jawab dan menjalankan semua perintahnya. “Bahkan saat di ujung masa landingnya (pensiun) ini, beliau masih mau menanam bunga. Yang lain malah ada yang belum, luar biasa loyalitasnya,” puji Afa.
Saking suka dengan figurnya, Afa berupaya mempertahankan Sayono agar tetap bertugas. Bupati meminta agar ada perpanjangan masa tugas baginya, namun aturan mengharuskannya di usia 60 tetap harus pensiun.
“Sebelumnya saya mau ajukan agar beliau diperpanjang, minimal setahun atau kalau bisa dua tahun. Ternyata dak bisa aturan tidak memperolehkan,” jelas Afa. @2!
