Wujudkan Arahan Presiden Memutus Rantai Kemiskinan, Bupati Beltim Matangkan Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat dihadapan Mensos

15 Mei 2025 | Berita Utama, Pendidikan, Sosial

Jakarta, Prokompim Setda Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur terus mendorong upaya pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat. Menjajaki hal tersebut Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten bertemu langsung dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, di Kantor Kementerian Sosial RI, Kamis (15/05/25).

Dengan didampingi oleh Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, Ketua Komisi III DPRD Beltim Akhiruddin, Kepala Dinas Sosial Beltim Yulhaidir, Plt Kepala Dinas Pendidikan Dedi Wahyudi, Bupati Kamarudin melaporkan kesiapan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Belitung Timur kepada Mensos Saifullah Yusuf, dan Wamensos, Agus Jabo Priyono, di Kantor Kementerian Sosial RI, Jumat (16/05/25).

”Tadi saya sampaikan dihadapan bapak menteri, lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat sudah kita (red: Pemkab Beltim) siapkan 8,6 hektar dan cadangan lebih dari 200 hektar” ujar Kamarudin Muten.

”Saya juga mengundang beliau untuk datang ke Belitung Timur, melihat langsung lokasi yang telah disiapkan. Syukurnya pak menteri sangat mendukung dan jika tak ada halangan beliau siap berkunjung ke Beltim” tambahnya.

Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Fezzi Uktolseja, memberi dukungan terhadap rencana pembangunan sekolah rakyat ini, karena akan membawa dampak baik bagi perekonomian dan penambahan lapangan kerja.

”Kami sangat mendukung, selain untuk memberikan kesempatan sekolah yang layak bagi anak dari keluarga kurang mampu, pembangunan sekolah rakyat ini juga akan memutar perekonomian dan membuka lapangan kerja karena nantinya akan ada kebutuhan guru untuk mengajar di sekolah rakyat ini” ungkap Fezzi.

Pada pertemuan ini juga dibahas mengenai Sekolah Rakyat sementara di Belitung Timur yang direncanakan akan berjalan pada tahun ajaran baru 2025/2026. Sambil menunggu pembangunan dilaksanakan, sekolah rakyat akan di tempatkan di Gedung Diklat BKPSDM (eks Kantor Bupati) dan fokus pada jenjang SMP dan SMA.

Sekolah Rakyat merupakan program sekolah berasrama yang 100% gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin, di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos). Program ini ditujukan untuk menyediakan pendidikan berkualitas dan memutus rantai kemiskinan.

Sekolah Rakyat akan menyediakan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin. Pemerintah menargetkan peserta didik berasal dari kategori desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seleksi akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan verifikasi status ekonomi.