Manggar, Diskominfo SP Beltim— Guna meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi pemandu geowisata, sebanyak 40 orang pemandu geowisata se Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengikuti pelatihan pemandu geowisata di Hotel Guest Manggar, Selasa (6/8).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar pemandu geowisata dapat memenuhi standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI).
Sarwan selaku Plh.Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupatenn Beltim yang membuka pelatihan ini berharap agar seluruh peserta bisa memahami dan mengetahui poin-poin dalam kepemanduan geowisata.
“Poin-pion itu antara lain merencanakan dan melaksanakan pemanduan geowisata, merencanakan dan menerapkan kegiatan yang berdampak negatif rendah terhadap lingkungan dan sosial budaya. Serta mengetahui dan memahami cara menyiapkan dan menyajikan informasi geowosata,” kata Sarwan.
Disisi lain, Deni Sugandi selaku ketua Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia mengungkapkan untuk mengembangkan geowisata di Beltim dibutuhkan pemandu geowisata sebagai pusat informasi bagi para pengunjung mengingat objek wisata di Beltim banyak diminati.
“Kemampuan pemandu geowisata kita perlu ditingkatkan, maka itu diperlukan teknik interpretasi yang bisa menghubungkan antara bebatuan, budaya, flora faunanya di geosite Tebat Rasau Lintang dan objek wisata lainnya agar wisatawan dapat terkesan selama berwisata di Beltim,” ungkap Deni.
Selain itu, kata Deni, dibutuhkan juga kemampuan menulis untuk mendeskripsikan sejaumana objek wisata itu menarik dikunjungi wisatawan.
“Pemandu yang sudah paham dan menggali informasi, lalu menuangkan dalam sebuah tulisan manarik untuk promosi sehingga wisatawan yang datang memiliki pengalaman. Kalau belum mampu menulis, yah ikuti pelatihan menulis untuk meningkatkan kompetensinya,” jelas Deni.
Dalam pelatihan ini para peserta akan melakukan studi lapangan dengan mengunjungi kampong Mengguru Desa Cendil Kelapa Kampit dan Geosite Tebat Rasau. (ver)
