Jadi Pembina Apel KSB, Bupati Belitung Timur Sampaikan Hal Ini 

20 Nov 2023 | Berita Utama

Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belitung Timur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Belitung Timur melaksanakan  Apel dan Uji SOP Penanggulangan Bencana Pengukuhan Kampung Siaga Bencana di Desa Selinsing Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur.

Bupati Belitung Timur, Burhanudin yang menjadi Pembina Apel mengatakan bahwa Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) adalah upaya kita untuk meminimalisir dampak bencana alam yang dapat mengancam keselamatan dan kesejahteraan kita.

“Ingat walaupun tidak ada korban jiwa di peristiwa bencana banjir di tahun 2017, tetapi ada banyak orang yang kehilangan harta benda, termasuk rumah saya juga ikut terkena banjir, tetapi kejadian seperti itu jadikan pengalaman dan jadikan bahan koreksi kita bersama, supaya hal yang demikian tidak terjadi kembali” ungkap Burhanudin saat memberi arahan apel di Desa Selinsing Kecamatan Gantung, Jum’at (17/11/23).

“Untuk Bendungan Pice, Alhamdulillah kemarin dari mahasiswa yang mengikuti Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) telah berinovasi menciptakan sebuah alat pendeteksi bencana, sebuah alat yang bisa mendeteksi ketinggian volume air di Bendungan Pice, dan alat itu sudah dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Lenggang” tambahnya.

Burhanudin mengharapkan adanya inisiatif pihak terkait penanggulangan bencana di Kabupaten Belitung Timur untuk dapat melakukan pendataan terhadap lokasi-lokasi yang dianggap rawan bencana.

“Saya berharap kepada Kepala Desa, Camat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Belitung Timur mulailah melakukan indentifikasi ke daerah-daerah yang dianggap menjadi titik kerawanan bencana, apakah itu bencana banjir dan lain sebagainya” harapnya.

Dalam arahannya Burhanudin berpesan dan mengajak agar menjadikan pembentukan KSB ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas sesama kita sebagai satu komunitas.

“Sebagai orang yang peduli dengan KSB sudah seharusnya kita memberikan pendidikan sosial, pendidikan psikologis kepada masyarakat kita, jangan sampai kita yang telah terlatih dan sudah belajar tapi setelah itu kita lupa bahwa kita ini adalah orang-orang yang menjadi relawan dalam kebencanaan” jelasnya.

“Mari tanamkan sikap saling peduli, jika ada satu orang susah yang lain harus membantu dan jangan lupa kasih pemahaman kepada masyarakat jika terjadi bencana apa yang harus mereka lakukan” tutup Burhanudin (DS)