Dukung Yuk Sekula, Pemkab Beltim Jalin MoU Dengan Pemkab Pekalongan

17 Nov 2023 | Berita Utama

Manggar, Diskotikdansa Beltim – Guna mendukung gerakan Yuk Sekula di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Pemerintah Kabupaten Beltim menandatangani kesepakatan bersama (MoU) mengenai replikasi gerakan KUDU Sekolah (Kembali Upayakan DUkungan untuk Sekolah) dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Kamis (16/11/2023).

Bupati Beltim Burhanudin mengatakan kunjungan kerja Bupati Pekalongan hari ini terkait adanya program yang sama antara Kabupaten Beltim dengan Kabupaten Pekalongan.

“Di Pekalongan ada program KUDU Sekolah, di kita namanya Yuk Sekula. Dari dua program ini kita mencoba untuk memadukan program pendidikan ini untuk mencari solusi agar anak-anak kita yang putus sekolah ini bisa kembali ke bangku sekolah,” jelas Aan sapaan akrab Burhanudin.

Dikatakan Aan, setiap daerah baik Pekalongan maupun Beltim tentu memiliki persoalan pendidikan yang berbeda. Untuk itu, perlunya perpaduan dua aplikasi sebagai upaya mengajak anak untuk kembali bersekolah.

“Intinya kita coba untuk memadukan aplikasi yang kita punya dengan aplikasi mereka untuk kita padukan dan pergunakan. Dan ini tidak sekedar MoU saja, tetapi Pemerintah Pekalongan juga memberikan semacam aplikasinya yang akan kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan daerah kita,” ujar Aan.

Terakhir, Aan mengatakan akan bekerja sama di bidang lainnya dengan Kabupaten Pekalongan dan berencana melakukan kunjungan balasan ke Kabupaten Pekalongan.

“Insyaallah kita akan melaksanakan kunjungan balasan ke Pekalongan untuk melihat hal-hal yang bisa kita manfaatkan dari Kabupaten Pekalongan yang bisa kita manfaatkan di Kabupaten Beltim,” pungkasnya.

Tangani ATS, Kabupaten Pekalongan Ciptakan KUDU Sekolah

Sementara itu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menjelaskan gerakan KUDU Sekolah merupakan inovasi yang dibangun Pemkab Pekalongan sebagai upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

“Langkah awal dari penanganan ATS dimulai dengan menyatukan data ATS dari berbagai sumber seperti DAPODIK, EMIS milik Kemenag, serta data PUS (Pendidikan Untuk Semua). Data tersebut terkumpul dalam sistem aplikasi KUDU Sekolah yang direkonfirmasi melalui Tim KUDU Sekolah tingkat Desa, Kecamatan, dan Kabupaten,” jelas Fadia.

Setelah KUDU Sekolah berjalan, berdasarkan data awal tahun 2019 terdapat 4.346 ATS, sampai dengan tahun 2023 sebanyak 2.837 ATS telah kembali ke sekolah.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras semua dari pihak, inovasi Gerakan KUDU Sekolah pada tahun 2021 berhasil masuk Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan (KIPP) dari Kemen PAN RB,” ungkapnya.

“Tentunya keberhasilan ini menjadi penyemangat dalam meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan. Saya berharap agar replikasi inovasi KUDU Sekolah di Kabupaten Beltim ini dapat memberikan manfaat bagi upaya penurunan ATS,” tambahnya. (Al)