Pemkab Beltim Percepat Penanganan Anak Tidak Sekolah

7 Nov 2023 | Berita Utama

Manggar, Diskotikdansa Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur terus berupaya mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Beltim. Hal ini dilakukan agar anak usia sekolah dapat memenuhi haknya untuk menerima pendidikan setinggi-tingginya.

Berdasarkan data “Kabupaten Beltim Dalam Angka Tahun 2023” yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Beltim, terdapat sebanyak 9,29 persen penduduk usia SMP, dan 28,42 persen penduduk usia SMA yang tidak bersekolah lagi.

Dijelaskan Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar, guna menekan angka tersebut Pemkab akan melakukan kerjasama dengan Kabupaten Pekalongan melalui aplikasi KUDU Sekolah (Kembali Upayakan Dukungan Untuk Sekolah).

“Sebetulnya kita sudah punya “Yuk Sekula”. Ini (KUDU Sekolah) agar program kita lebih jalan,” ucapnya usai Sosialisasi/Bimbingan Teknis Pemanfaatan Aplikasi Kudu Sekolah di Kantor Bappelitbangda, Selasa (07/11/23).

Menurutnya, dengan KUDU Sekolah diharapkan dapat membantu dan mempercepat Kabupaten Beltim dalam meningkatkan kualitas data sasaran ATS serta meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh warga masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah.

“Aplikasi dari Pekalongan ini sudah masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2021 yang diselenggarakan Kemenpan RB. Apa yang sudah disampaikan perlu kita terapkan, cuma kita variasi nanti,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim Alvian mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan pemerintah Desa di Kabupaten Beltim untuk melakukan pendataan ATS pada tahun 2022. Tercatat angka ATS dari usia 7-21 tahun dilaporkan sebanyak 332 orang.

“Ada beberapa desa yang tidak menyampaikan data tersebut, Kami mohon ini menjadi perhatian,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, tantangan terbesar bagi Dinas Pendidikan Beltim saat ini adalah terkait kondisi sosial masyarakat dan kenakalan remaja. Ia pun berharap Pemdes bisa turut berperan untuk menanggulangi masalah ini.

“Kita sangat miris. Bukan karena ketidakmampuan tapi lebih karena ketidakmauan. karena sekarang banyak orang tua sekarang yang menyerah terhadap anaknya,” tandasnya. (Ln)