Manggar, Diskotikdansa Beltim – Inovasi Sekolah Alam Desa Tambang (SATAM) memasuki tahap verifikasi lapangan (verlap) Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2023 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Verlap dilaksanakan di beberapa titik lokasi di Beltim pada Selasa, (24/10/23).
Salah satu tim verifikasi yang berasal dari unsur masyarakat dan profesional Basit Cinda Sucipto mengatakan inovasi SATAM masuk ke dalam 10 besar KIPP tingkat provinsi.

“Total ada 47 peserta dan Beltim lolos ke dalam 10 besar. Disini (Beltim) verifikasi yang ketiga bagi kami, minggu lalu sudah dua daerah yang kami verifikasi,” ujarnya.
Dikatakan Basit, SATAM mengikuti verlap setelah tahap presentase dan wawancara oleh para tim evaluator beberapa waktu yang lalu.
“Hari ini memastikan apakah yang ditampilkan dalam proposal dan presentasi itu sama dengan verifikasi dan fakta di lapangan,” kata Basit.

Basit menyebutkan, banyak indikator yang dinilai saat verpal dilakukan. Mulai dari kebermanfaatan, edukasi, originalitas ide dan gagasan serta parameter lainnya.
“Kalau sampai saat ini (usai verlap), saya kira cukup sesuai. Kalau nilai, saya diskusi singkat dengan tim cukup lumayan bagus namun kita juga ada peserta-peserta lain yang tidak kalah menariknya,” sebutnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar mengatakan momen verlap memberikan kesempatan bagi Pemkab untuk menunjukkan bukti keseriusan dari inovasi tersebut.
“Program ini akan terus berjalan dan akan berlanjut ke sekolah lain. Memang ini baru pengenalan awal, namun tidak menutup kemungkinan akan ada perkembangan terkait materi pembelajaran,” ucap Khairil.

Meskipun sebagian siswa SATAM merupakan siswa SMA/SMK yang merupakan kewenangan provinsi, namun Khairil menyebutkan Pemkab akan terus mendukung inovasi ini.
“Kami akan terus mendukung inovasi ini. Demi keberlangsungan lingkungan terutama eks lahan tambang di Belitung Timur,” tuturnya.
Di sisi lain Kabag Organisasi Setda Kabupaten Beltim Suzana Linggawati berharap SATAM bisa meraih posisi 5 Terbaik pada KIPP Tahun 2023 ini.
“Harapan kami SATAM masuk 5 besar dan menjadi nomor 3. Ini untuk memberikan motivasi dan stimulan kepada teman-teman OPD lain. Kami mengharapkan satu OPD satu inovasi setiap tahun,” pungkasnya. (Ln)
