DISPUS SUKSES GELAR PELATIHAN PIC DESA

31 Agu 2022 | Berita Utama

Manggar – Diskominfo Beltim, Dinas Perpustakaan (Dispus) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Person In Charge (PIC) Desa Penerima Manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dispus, Mudiarsono dan dihadiri oleh 15 orang PIC dari 10 desa penerima manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dari tahun 2019 sampai 2021. Mudiarsono mengatakan Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan Meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta tentang strategi pengembangan literasi berbasis inklusi social, Meningkatkan kapasitas, kualitas dan fungsi tenaga perpustakaan desa sebagai fasilitator gerakan literasi masyarakat, serta menguatkan peran perpustakaan desa sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan selama Tiga hari dari tanggal 29 sampai 31 Agustus 2022, semoga pelatihan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Yayan sapaan akrabnya ditemui di gedung layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Beltim, Rabu (31/8).

Didampingi Kepala Bidang Perpustakaan Lukman Hakim, Yayan mengatakan selama Tiga hari ini para peserta akan diberikan materi yang berbeda dari narasumber yang telah disiapkan, dengan adanya pelatihan ini semoga dapat membantu para peserta dan menambah ilmu pengetahuan.

“Yang menjadi narasumber dalam pelatihan ini adalah Grace Waty Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur sekaligus peraih juara 1 PSM Teladan tingkat Nasional tahun 2022 dan Fithrorozi seorang budayawan sekaligus Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung,” ungkapnya.

Dari kegiatan pelatihan ini diharapkan para PIC Desa penerima manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial lebih mengenali potensi masing-masing baik itu potensi diri maupun potensi desanya serta tahu bagaimana membuat jejaring agar lebih aktif dalam memberdayakan perpustakaan sebagai pusat belajar sepanjang hayat dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti moto Transformasi Perpustakaan, Literasi untuk Kesejahteraan. (Lu2)