Wabup Tegaskan Komitmen Pemerintah dalam Menurunkan Angka Stunting Beltim

Mei 27, 2022

Manggar, Prokom Setda Beltim – Wakil Bupati Belitung Timur (Wabup Beltim), Khairil Anwar menghadiri kegiatan Rekonsilisasi Percepatan Penurunan Stunting dan Pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Beltim di Auditorium Zahari MZ, Rabu (25/5).

Khairil menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim dalam konvergensi percepatan Penurunan stunting yang ada di Beltim, karena menurut Khairil, anak-anak adalah generasi penerus yang harus dijaga perkembangan dan kesehatannya.

“InsyaAllah kita akan terus berkomitmen untuk segera menyelesaikan persoalan stunting yang ada di Kabupaten Belitung Timur ini,” ujar Khairil. 

Sesuai dengan Perpres Nomor 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Komitmen Bersama untuk Melakukan Percepatan Penurunan Stunting di Daerah yang ditanda-tangani oleh Bupati dan Wali Kota dari 514 kabupaten/kota tahun 2021, Khairil ingin TPPS yang baru dilantik dapat segera bekerja dengan optimal agar angka stunting di Kabupaten Belitung Timur segera menurun. 

“Komitmen ini harus tetap terjaga dan betul-betul dibuktikan pelaksanaannya di daerah,” ucap Khairil.

Dalam sambutannya, Wabub Beltim ini juga menyampaikan data yang dirilis oleh BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahwa Belitung Timur saat ini berada di peringkat ke-2 (dua), dengan angka di atas 20% balita mengalami stunting atau kekurangan gizi sehingga menyebabkan tumbuh tinggi anak tidak normal.

Oleh karena itu, khairil juga mengajak  semua stakeholder yang ada di  masyarakat dan lembaga-lembaga terkait untuk bersama-sama fokus pada persoalan ini. 

“Kolaborasi kerja berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan konvergensi antar program hingga ke tingkat desa untuk menurunkan stunting,” ujar Khairil. 

Ketika diwawancarai oleh wartawan seusai acara, Khairil juga mengajak para awak media untuk dapat berpartisipasi memberikan dukungan, edukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Belitung Timur untuk menghindari pernikahan dini (usia anak) yang menjadi salah satu penyebab tingginya angka stunting

“Pihak media juga kami harap dapat terus memberikan support, edukasi dan informasi terhadap masyarakat Beltim untuk sebisa mungkin menghindari perkawinan dini,” tutupnya. (AJ)

Mungkin Anda Berminat Membaca