Burhanudin Ingin Adanya Sinergitas dalam Penetapan IHK

Maret 29, 2022

Manggar, Prokom Setda Beltim – Bupati Belitung Timur (Beltim), Burhanudin membuka acara High Level Meeting dan Capacity Building TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Kabupaten Beltim yang diselenggarakan di Auditorium Zahari MZ, Senin (28/3).
Dalam sambutannya, Burhanudin menjelaskan inflasi merupakan salah satu indikator untuk mengetahui perkembangan ekonomi di suatu wilayah. Di samping itu, inflasi juga digunakan dalam pembentukan kebijakan pengendalian ekonomi makro.

“Inflasi merupakan salah satu indikator ekonomi penting yang harus dipantau dari waktu ke waktu. Selain sebagai indikator untuk mengetahui kondisi dan perkembangan ekonomi suatu negara atau wilayah, angka inflasi juga digunakan dalam kebijakan pengendalian ekonomi makro,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan Pemkab Beltim menilai pentingnya kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Beltim selaku instansi yang memiliki kewenangan dalam menetapkan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk mengetahui tingkat inflasi dan memudahkan dalam proses penentuan serta pengambilan kebijakan.

“Untuk itu, Saya menilai pentingnya pelaksanaan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur dalam rangka penghitungan IHK di Kota Manggar. Hal ini penting dilakukan guna mengetahui tingkat inflasi yang terjadi sehingga memudahkan dalam proses penentuan dan pengambilan kebijakan,” ungkap Burhanudin.

Disamping itu, Burhanudin berharap melalui acara ini dapat membangun sinergitas dengan BPS Beltim dalam perhitungan inflasi terutama terkait penetapan IHK.

“Melalui pelaksanaan High Level Meeting dan Capacity Building TPID Kabupaten Belitung Timur yang kedua kali ini, menjadi kegiatan yang sangat strategis untuk dilaksanakan sebagai wujud sinergi dan komitmen bersama antara Pemerintah Daerah dan BPS selaku stakeholder Pemerintah Daerah Belitung Timur terutama terkait penetapan IHK,” harapnya.

Acara ini juga diikuti secara daring oleh Kepala Deputi Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, Agus Taufik dan Sub Koordinator Analis Makro dan Mikro Ekonomi, Sri Mulyani. (Tr)

Mungkin Anda Berminat Membaca