Ternyata Ini Penyebab Anak Desa Putus Sekolah 

Februari 23, 2022

Manggar, Diskominfo Beltim – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif antara Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto di Desa Balok dan Desa Nyuruk Kecamatan Dendang Kabupaten Belitung Timur (Beltim) telah selesai. Dengan berakhirnya KKN ini, mereka menyampaikan laporan hasil program KKN yang telah mereka laksanakan selama satu bulan terakhir baik dalam aspek pendidikan maupun sosial.

Hasil laporan tersebut disampaikan dalam acara audiensi laporan program KKN Universitas Muhammadiyah, Rabu (23/2), di Ruang Rapat Gunong Lumut Bappelitbangda Beltim. 


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Beltim, Mathur Noviansyah mengatakan ada satu temuan penting yang didapatkan oleh mahasiswa selama mereka KKN di Desa Balok dan Desa Nyuruk, salah satunya adalah terkait Pendidikan.


“Ada satu temuan penting terkait pendidikan yaitu kondisi siswa sekolah yang ternyata masih ada yang putus sekolah, usia pendidikan yang ditamatkan juga masih rendah dan masih banyak anak-anak yang tidak menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD),” kata Mathur.


Mathur juga menjelaskan salah satu penyebab dari permasalahan pendidikan tersebut yaitu karena anak-anak usia sekolah di Desa tersebut ternyata lebih tertarik untuk ikut orangtua atau lingkungannya untuk bekerja di bidang atau kegiatan pertambangan.


“Temuan penting ini memotivasi kita nanti untuk memberikan usul atau saran kepada Pak Bupati agar dapat mengeluarkan edaran atau produk hukum yang intinya adalah melarang semua pelaku tambang melibatkan anak usia sekolah dalam kegiatan pertambangan dan meminta agar semua lapisan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk melakukan pengawasan dan pembinaan,” jelas Mathur.


Hal ini dilakukan dalam rangka menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan jenjang pendidikan yang ditamatkan oleh anak usia sekolah di Kabupaten Beltim. 

Mahasiswa KKN Pamit 


Sementara itu, Ibnu, (16) salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengungkapkan kesannya selama berada di Desa Balok.


“Sangat luar biasa saya bisa berada di Desa Balok yang memang itu tepat sasarannya, karena memang Desa tersebut masih butuh pemberdayaan, terutama dari mahasiswa, karena mau tidak mau mahasiswa harus menyalurkan ilmunya, jadi kita disana sebagai fasilitator harus membantu memecahkan masalah dan memberikan solusi yang terbaik bagi Desa itu,” ungkap Ibnu.


Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan harapannya kepada Pemkab Beltim agar menjadi Kabupaten yang lebih maju lagi.  


“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Bupati dan Pemkab Beltim karena telah menerima kami dengan baik selama kami KKN. Semoga Kabupaten Beltim kedepannya lebih maju dan sukses. Dan kami harap pemerintah dapat memfokuskan pandangannya terhadap potensi sumber daya manusianya (SDM). Jadi tinggal berdayakan saja SDM-nya karena sumber daya alam (SDA) kita sudah punya tinggal pengelolaannya saja,” tutupnya.


Kegiatan audiensi ini merupakan rangkaian akhir dari KKN Kolaboratif antara Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang telah dimulai sejak hari Senin (24/1) lalu di Desa Nyuruk dan Desa Balok Kecamatan Dendang Kabupaten Belitung Timur.


Hadir juga pada audiensi ini Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Beltim Burhanudin dan Khairil Anwar, Dosen Pembimbing Universitas Muhamadiyah Bangka Belitung dan Universitas Muhamadiyah Purwokerto, Kepala Perangkat Daerah terkait dan 10 orang mahasiswa perwakilan dari Universitas Muhamadiyah Bangka Belitung dan Universitas Muhamadiyah Purwokerto. (Al)

Mungkin Anda Berminat Membaca