Manggar, Prokom Setda Beltim – Bupati Belitung Timur, Burhanudin menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Belitung Timur yang bertepatan pada hari Kamis, 27 Januari 2022, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kab. Belitung Timur.
Ketika diwawancarai seusai Rapat Paripurna Istimewa, Burhanudin menjelaskan masa kepemimpinannya bersama Khairil Anwar ini merupakan fase 5 tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah yang memiliki fase 20 tahun.
“Dari fase 25 tahun RPJP Belitung Timur yang dibentuk pada tahun 2005 dan akan berakhir pada tahun 2025. Dan RPJP itu ditahapi setiap lima tahun oleh masing-masing kepala daerah sebelumnya. Pada masa saya dan Pak Khairil adalah fase terakhir RPJP Daerah Belitung Timur untuk 20 tahun,” jelasnya.
Dari seluruh pencapaian yang ada saat ini, menurutnya tidak lepas dari perjuangan pemimpin-pemimpin Beltim sebelum dirinya. Meskipun demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sehingga, ia mengajak kepada seluruh stakeholder di daerah untuk bersinergi membangun Belitung Timur Bangkit dan Berdaya.
“Tentunya dari fase 5 tahun ke 5 tahun tersebut telah banyak prestasi yang didapat dan itupun semuanya adalah kerja keras dari para pemimpin-pemimpin sebelumnya, namun masih juga harus diperbaiki dari apa yang telah dilakukan,” kata Bupati Beltim yang akrab disapa Aan.
“Kita harus mengurai secara bersama benang merah yang ada di Belitung Timur dari persoalan infrastruktur, ekonomi, persoalan kemiskinan, kinerja pelayanan dan lain sebagainya. Dari semua itu, tentunya tidak bisa hanya diserahkan kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah, tetapi butuh sinergitas dari semua stakeholder di daerah dalam rangka kita mewujudkan Belitung Timur yang Bangkit dan Berdaya,” ajaknya.
Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, Beltim Harus Membuka Diri
Di usia Beltim ke-19 tahun, Aan juga mengungkapkan ketergantungan Beltim terhadap Pelabuhan Kabupaten Belitung masih cukup tinggi dan lama. Padahal secara geografis Belitung Timur berada pada Jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (Jalur ALKI) I dan lebih dekat jaraknya ke Pulau Jawa. Oleh sebab itu, ia berusaha untuk mendorong percepatan pembangunan dan revitalisasi dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Tanjung Resing, Dendang dan Pelabuhan ASDP Manggar guna membuka koneksifitas terhadap daerah lain.
“Kita sudah cukup panjang bergantung kepada pelabuhan yang ada di sebelah. Belitung Timur yang secara geografis, geopolitik dan geostrategis itu berada pada ALKI I dan sangat dekat dengan Pulau Jawa, maka kita akan mendorong percepatan pembangunan pelabuhan yang ada di wilayah Tanjung Resing, Dendang dan juga untuk pengerukan alur muara Sungai Manggar sebagai pelabuhan lama untuk kembali membuka transportasi, membuka komunikasi Belitung Timur dengan dunia luar karena selama ini inflasi kita cukup tinggi,” jelasnya.
Aan menjelaskan kebutuhan akan pintu gerbang atau pelabuhan untuk meningkatkan konektifitas Belitung Timur dengan daerah lain merupakan upaya Pemkab Beltim dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah. Ia juga menambahkan bahwa komoditas kebutuhan masyarakat Beltim selama ini didistribusikan dari Tanjung Pandan, Kab. Belitung. Padahal jarak antara Jakarta ke Belitung Timur lebih pendek. Dengan demikian, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Beltim, Aan akan berupaya mendorong percepatan pembangunan pelabuhan.
“Untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, Belitung Timur harus membuka diri. Membuka diri itu (salah satunya) dengan membuka pelabuhan. Karena semua barang-barang (toko) kelontong, barang kebutuhan rumah tangga, itu semua didistribusikan dari Tanjung Pandan ke Belitung Timur. Sementara ke Belitung Timur kalau kita tarik garis lurus dari Jakarta itu lebih pendek/ lebih dekat. Untuk mempercepat itu yang perlu kita dorong adalah mempercepat membuka pelabuhan,” jelas Aan.
Keseriusan Aan membangun pelabuhan sudah mulai dilakukan, pihaknya sedang menyiapkan kebutuhan administrasi yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat, melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
“Sekarang posisi kami sedang mempersiapkan dari sisi administrasi untuk kami sampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dan kita akan hibahkan aset tersebut kepada pemerintah pusat untuk menjadi aset pemerintah pusat untuk menjadi modal usulan pembangunan pelabuhan di Tanjung Resing, Dendang,” pungkasnya. (Ach)
