Simpang Renggiang, Diskominfo Beltim – Rumah Budaya “Kubok Tuk Layang” dan Sekolah Budaya “Terajak” merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Launching program tersebut diresmikan oleh Bupati Belitung Timur (Beltim) Burhanudin di desa Lintang (samping Tebat Rasau), Simpang Renggiang, Minggu (28/11/21).
Marhayuni selaku camat Simpang Renggiang sangat mengapresiasi kegiatan dari komunitas desa Lintang tersebut dalam hal membangun dan mengembangkan kebudayaan desa.
“Kami juga sangat mendukung kegiatan dari Forum Komunikasi Masyarakat Desa Lintang yang telah berupaya bergotong royong membangkitkan kegiatan ini mulai dari pemetaan potensi-potensi kearifan lokal yang dimiliki hingga pada hari ini sudah memasuki puncak dari tahap pemanfaatan yaitu aksi,” tutur Yuni.
Yuni sapaan akrabnya berharap Forum Komunikasi Masyarakat Desa Lintang dapat mempertahankan rasa memiliki akan budaya lokal, melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkannya.
“Selain itu juga semoga program pemajuan budaya desa ini dapat ditata dan dikelola dengan baik serta dapat bekerjasama dengan program prioritas lainnya, dengan tujuan memajukan desa budaya yang berdaya,” harap Yuni.
Disisi lain, dalam sambutannya Herman, S.Pd selaku ketua panitia sekaligus ketua Forum Komunikasi Masyarakat Desa Lintang (FKMDL) mengungkapkan bahwa ini merupakan program Kementerian DIKBUDRISTEK menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021.
“Program ini terselenggara berkat kerjasama beberapa pihak antara lain pihak nasional dari kementerian, provinsi, kabupaten, dan juga desa yang telah mengakomodir dan koordinator langsung pada kementerian,” ujar Herman.
Kegiatan ini melalui tiga tahapan, yaitu tahapan temu kendali, tahapan pengembangan, dan tahapan pemanfaatan sebagai puncaknya yaitu aksi pada launching tersebut.
“Untuk panitia yang terlibat dalam acara ini adalah Forum Komunikasi Masyarakat Desa Lintang (FKMDL), Pemerintah Desa (Pemdes), kecamatan, masyarakat dan juga kawan-kawan dari Tebat Rasau. Jadi, intinya kegiatan ini terlaksana karena kerjasama oleh seluruh elemen terutama masyarakat desa Lintang,” ucap ketua FKMDL.
Herman juga menyampaikan beberapa anak yang ada di sekolah Budaya “Terajak” berasal dari SD Negeri 1 Simpang Renggiang, SD Negeri 2 Simpang Renggiang, SD Negeri 3 Simpang Renggiang termasuk SMP Negeri 1 Simpang Renggiang.
“Sekolah Budaya sendiri sudah diperkenalkan untuk seminar yang terdiri dari 3 sesi. Untuk narasumber nya sendiri diisi oleh rekan-rekan Tebat Rasau dan penggiat budaya desa Lalang serta sekretaris desa Lintang,” ujarnya.
Herman juga mengharapkan kegiatan ini menjadi cikal bakal memberikan kontribusi terutama dari sektor kebudayaan.
“Kami berharap ini merupakan cikal bakal untuk dapat memberikan kontribusi terutama dari sektor kebudayaan. Salah satu sasaran kami adalah kegiatan kebudayaan bisa terakomodir terutama di desa Lintang,” harap Herman.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua II DPRD Beltim Suladi, Camat Simpang Renggiang Marhayuni serta Kepala Desa Lintang Indratno. (3ya)
