MAISINUN APRESIASI KARYA PESERTA PELATIHAN BATIK REMBUDING

Oktober 16, 2021

Kelapa Kampit, Prokom Setda Beltim – Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Maisninun, sangat mengapresiasi hasil karya para peserta pelatihan batik Rembuding. Hal itu dikatakannya setelah melihat hasil karya mereka pada penutupan Pelatihan Batik Tulis Pewarna Alami Dan Sintetis  di Sanggar Batik Rembuding di Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit, Jum’at (15/10).

“Dari baru datang tadi, lihat-lihat hasil karyanya luar biasa bagus, dari sebelumnya batik rembuding ini sudah bagus coraknya, semoga dengan pelatihan ini lebih kali bagusnya” kata Maisinun antusias.

Dalam arahannya Maisinun sudah menyematkan istilah pembatik kepada para peserta “Para Peserta pelatihan yang dilatih ini sudah menjadi pembatik Belitung Timur dan mudah-mudahan bisa menjadi pelaku usaha batik sama seperti Ibu narasumber” ujar Maisinun kepada para peserta yang sudah berlatih selama sepuluh hari, mulai tanggal 6 Oktober yang lalu.

Maisinun menambahkan untuk menjadi pelaku usaha bisa dimulai dari nol, dari mulai  melihat dan mencontoh kemudian terinspirasi dari orang lain.“Dengan belajar kepada orang  lain kita  bisa berdiri sendiri, saya melihat corak batik di Belitung Timur sangat bagus, mudah-mudahan setelah adanya pelatihan ini Brand batik rembuding lebih keluar dan terkenal” kata Maisinun yang juga menjabat sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Belitung Timur.

Dalam kesempatan ini Maisinun meminta pembinaan lanjutan dari  Kepala Desa (Kades) Buding  beserta Ibu kepada para peserta pelatihan membatik ini. “Saya yakin dan percaya melalui pembinaan Bapak Kades Buding beserta Ibu apa yang menjadi inovasi dan usaha disini hasilnya akan baik.

“Saya sangat barharap banyak dengan para pembatik ini, kita ciptakanlah bagaimana kedepannya batik Belitung timur ini lebih dikenal orang dan dibeli orang luar, kita ikutkan pameran diluar daerah,” sambung Maisinun.

Maisinun juga menekankan kepada para peserta untuk terus melanjutkan kegiatan membatik sehabis dari pelatihan  “Jangan sampai setelah pelatihan nanti menghilang, harus semangat dan ulet. Batik ini harus kita cintai dan pertahankan kita sudah punya batik sendiri” tukas Maisinun.

Berharap ada yang menjadi Pengusaha Batik

Tiwi Pontjowati  yang merupakan narasumber dari pelatihan  ini dan  juga Pimpinan Alya Batik Kabupaten Trenggalek Provinsi Jatim mengaku senang dan Bahagia selama sepuluh hari mengajar peserta pelatihan batik rembuding, dirinya mengaku dekat dengan para peserta dan panitia pelatihan

“Ibu-Ibu, Kakak-kakak para peserta pelatihan ini ramah, banyak bercanda, banyak bertukar pikiran dan pelayanan panitia kepada kami juga baik” ujar Tiwi saat harus menyampaikan pesan dan kesannya selama pelatihan.

Tiwi melanjutkan bahwa untuk membuat batik yang bagus  selain penggunaan canting yang baik juga membutuhkan pengalaman, namun berdasarkan pengalamannya menjadi pelatih di tempat lain, hasil karya para peserta membatik ini sudah lebih dari cukup.

“Hasilnya sudah bagus hanya perlu Latihan-latihan saja, saya harap para peserta pelatihan tidak mudah putus asa, di Belitung Timur ini masih banyak peluang untuk membuka toko batik, dan saya yakin dari peserta ini ada yang membuka usaha kerajinan batik,” harapnya.  

Menurut Tiwi ada kendala yang dialaminya saat melakukan proses pencelupan batik saat pelatihan, kesulitan tersebut karena air sumur di Kantor Desa Buding yang merupakan tempat pelatihan mengandung pirit.

“Kendala yang kita alami dalam proses pencelupan untuk pewarnaan  batik  adalah tidak menyatunya zat warna dengan air karena kandungan pirit dalam air sehingga pewarnaannya tidak merata” ujar Tiwi bercerita.

Namun kata Tiwi berkat dukungan dari Kepala Desa Buding dan istri kendala tersebut dapat diatasi dengan menggunakan  air mineral kemasan galon “ Selama pelatihan ini Kita menghabiskan 25 galon, Allhamdulillah semua bisa diatasi,” ujarnya. (Wr)

Mungkin Anda Berminat Membaca