Manggar, Diskominfo Beltim – Kepala Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), I Nyoman Radiarta meresmikan Galeri Maritim Belitung Timur (Beltim), Minggu (28/3/2021). Peresmian Galeri Maritim Beltim ini secara simbolis ditandai dengan penarikan ketupat lepas yang dilakukan bersama-sama oleh Kepala Riset Kelautan-KKP, Bupati Belitung Timur, Kadin Disbudpar, serta Plt. Kadin Perikanan.
Galeri Maritim Beltim yang terletak di Jl. Pegadaian, Desa Baru, Manggar, berisikan berbagai koleksi artefak yang berasal dari Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) di Perairan Beltim.
Dalam sambutannya, I Nyoman Radiarta mengatakan bahwa Galeri Maritim Beltim merupakan hasil sinergi dan riset bersama antara Pusat Riset Kelautan KKP dengan Pusat Penelitian Akreologi Maritim Kemendikbud sejak 2016 hingga saat ini.
“Terwujudnya Galeri Maritim Belitung Timur bagi Kami Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah bahu-membahu membangun sinergitas serta riset bersama dengan Pusat Penelitian Akreologi Maritim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah diinisiasi sejak tahun 2016,” ungkapnya.
“Sinergitas ini tentunya tidak berakhir, Kita masih terus berlanjut meneruskan sinergitas tersebut sampai saat ini. Kerja bersama ini telah menyelami berbagai area situs kapal tenggelam bersejarah di wilayah perairan Belitung Timur dan sekitarnya,” imbuh I Nyoman.
Ia mengharapkan agar Galeri Maritim Beltim dapat memberikan manfaat baik secara ekonomi, budaya, serta ilmu pengetahuan bagi masyarakat Beltim.
“Saya harapkan (Galeri Maritim Beltim) dapat menjadi ikon wisata bahari kreatif sebagai bentuk efek berganda (multiple effects) yang dirasakan masyarakat Belitung Timur nantinya. Artinya kehadiran Galeri Maritim Beltim ini dapat terus berkembang maju seiring nilai tambah pendapatan masyarakat,” tuturnya.
“Semoga galeri ini menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya pelestarian cagar budaya, peningkatan kecintaan masyarakat terhadap sejarah bangsanya, serta inovasi hasil riset arkeologi maritim di Indonesia,” pungkas I nyoman.
Masih di lokasi yang sama, Bupati Beltim, Burhanudin mengungkapkan bahwa ide pembangunan Galeri Maritim Beltim yang berbentuk museum maritim ini sudah lama. Baginya Beltim memiliki potensi kelautan yang melimpah, sehingga rugi apabila tidak memiliki museum terkait kelautan atau kemaritiman.
“Berbicara mengenai maritim, museum maritim ini sudah menjadi ide yang lama. Sayang kami daerah kelautan, daerah yang (mempunyai) potensi laut tapi kami tidak memiliki museum maritim,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap bahwa Galeri Maritim Beltim agar menjadi wadah edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah kemaritiman di Beltim. Ia juga berpesan agar peran berbagai pihak terkait dapat mendorong galeri maritim tersebut supaya bermanfaat.
“Pembangunan ini kami manfaatan untuk menjadi museum maritim, minimal anak-anak kami khususnya anak-anak lokal agar paham sejarah kemaritiman di Belitung Timur. Karena itu, peran kebudayaan, peran kelautan dan perikanan, serta teman-teman di stakeholder lainnya harus mampu mendorong agar museum ini tidak hanya sekedar menjadi museum yang kita resmikan tapi tidak bermanfaat,” tegas Aan.
Ratusan Koleksi Artefak
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Beltim, Evi Nardi menjelaskan bahwa Galeri Maritim Beltim hampir mencapai 1.000 koleksi yang berasal dari berbagai sumber.
“Berdirinya gedung galeri merupakan hasil riset terpadu yang berupaya untuk menggali dan mengaktualisasikan sejarah lokal Belitung Timur melalui berbagai peninggalan sejarah yang kini menjadi koleksi Galeri Maritim Kabupaten Belitung Timur yang berjumlah hampir 1.000,” kata Evi Nardi.
“Adapun koleksi tersebut berasal dari berbagai sumber yaitu, 1) Hibah Kementerian Perikanan dan Kelautan Ri, 2) Hibah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 3) Koleksi Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Timur dan 4) Hibah Kejaksaan Negeri Belitung Timur,” jelasnya.
Kemudian, Ia juga menjelaskan bahwa Galeri Maritim Beltim dapat mendukung pembangunan sektor pariwisata di Beltim. Hal ini karena galeri ini memiliki keunikan dan berpotensi menjadi sumber informasi terkait kebudayaan maritim atau bahari yang sangat bermanfaat.
“Dalam konteks kepariwisataan, Galeri Maritim Beltim merupakan salah satu destinasi wisata dengan daya-tarik yang unik serta dapat dijadikan objek wisata edukasi, wisata sejarah, hingga wisata budaya,” ucap Evi.
“Galeri Maritim Beltim adalah rumah besar informasi kebudayaan maritim atau bahari yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, baik pelaku pariwisata, insan pendidikan, hingga para peneliti,” tuturnya. (Ach)
