Banyak Lalat Di Dinas Lingkungan Hidup

7 Jan 2021 | Berita Utama, Info SKPD, Kesehatan, Pertanian dan Perkebunan, Sosial, Topik Pilihan

Manggar, Diskominfo Beltim – Lalat identik dengan lingkungan kotor, pengganggu dan pembawa bakteri atau kuman. Namun di salah satu dinas di Kabupaten Belitung Timur ini malah menjadikan lalat binatang peliharaan.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Beltim mulai membudidayakan Lalat Tentara Hitam atau Black Soldier Fly (BSF). Berbeda dengan lalat hijau atau sampah, lalat dengan nama latin hermetia illucens ini memiliki banyak manfaat bahkan bernilai ekonomis.

Kepala Project Pengembangan lalat BSF Muhamad Irsad mengatakan bahwa pembudidayaan lalat untuk menghasilkan belatung (maggot) yang dipergunakan mengurai sampah organik. Belatung BSF disebutnya jauh lebih efektif dibanding kompos untuk mengurai sampah.

“Maggot-maggotnya ini nanti untuk pengurai sampah. Ribuan manggot ini dapat menghabiskan kiloan sampah organik dalam 24 jam,” kata Irsad di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Beltim, Kamis (7/1/21).

Sekarang ini, Irsad dan tim sedang dalam tahap awal untuk mengembangkan dan memperbanyak lalat serta belatung. Setelah berkembang banyak, pengembangbiakan BSF akan dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Trafo Mayang.

“Kalau sudah banyak induk dan belatungnya kita bawa ke TPA. Nanti kita buatkan bak-bak penampungan khusus untuk sampah organik dan maggot BSF itu,” ungkap Irsad.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Beltim itu berharap adanya inovasi pelayanan dalam budidaya lalat BSF akan menjadi solusi baru terutama untuk pengelolaan sampah organik.

“Harapan kita mereka dapat menekan jumlah sampah organic terutama yang ada di TPA. Ke depan juga masyarakat akan ikut mengembangbiakan untuk memperoleh keuntungan ekonomis,” harap Irsad.   

Irsad mengklaim jika pembudidayaan lalat BSF tidak akan menimbulkan masalah baru, karena species ini diklaimnya sangat ramah lingkungan dan membuat lingkungan jadi lebih baik.

“Lalat-lalat ini tidak menyebarkan penyakit. Meraka bertelur pun tidak di sampah, ditaruh di kotoran ayam saja membuat hilang bau kotorannya,” ujar Irsad. @2!

Penulis: Fauzi Akbar

Foto: Azy Diskominfo