Manggar, Prokompim Setda Beltim – Wakil Bupati (Wabup) Belitung Timur (Beltim) Burhanudin merasa senang dengan kinerja Puskesmas Mengkubang atas inovasi pelayanan publik Sistem Informasi Geografis Intervensi Terintegrasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (SIGESIT PIS-PK) yang kini aplikasinya sudah terdapat di Play Store.
“Itu bagian inovasi yang mereka lakukan, itu semua dalam rangka peningkatan Puskesmas dalam melayani masyarakat, dan itu sangat bagus kan,” ungkap Burhanudin sesaat setelah menerima Sertipikat Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Ruang Kerjanya, Selasa, (5/1).
Aan sapaan akrabnya menuturkan atas kinerja tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) sepatutnya memberikan reward atas dedikasi dan perjuangan mereka dalam menciptakan sebuah inovasi pelayanan publik.
“Kita juga mengapresiasi kawan-kawan di Puskesmas Mengkubang, dan tentunya Pemkab dalam hal ini Dinkes Beltim harus memberikan reward atas kinerja yang mereka lakukan,” tuturnya.
Aan mengharapkan segala kekurangan SIGESITE PIS-PK di Tahun 2020 kemarin bisa cepat diselesaikan di tahun ini bahkan harus terus dikembangkan, oleh karenanya, Aan mengajak kepada seluruh OPD Teknis dan Puskesmas lain untuk bisa berkomitmen bersama dalam mendorong peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat yang lebih baik lagi.
Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Mengkubang Ayu Nilam Sahri menjelaskan Aplikasi SIGESITE PIS-PK sudah diujicobakan selama 3 bulan terakhir dan bisa di download di Play Store, akan tetapi untuk saat ini aplikasi tersebut hanya diperuntukan untuk Kader SIGESITE PIS-PK terlebih dahulu.
“Aplikasi ini sebenarnya diperuntukkan untuk kader SIGESITE PIS-PK, agar kader mudah melakukan pemantauan kepada pasien TB dan pasien dengan gangguan jiwa,” jelas Ayu.
Ayu yang juga merupakan seorang Dokter Gigi ini menambahkan di Tahun 2021 berbagai pengembangan akan dilakukan dengan melibatkan Bidan Desa dalam upaya mengawasi ibu hamil dengan resiko tinggi.
“Di 2021 ini pengembangan selanjutnya Bidan Desa bisa menggunakan aplikasi ini untuk pemantau ibu hamil dengan resiko tinggi, jadi nanti ada 3 yaitu TB Paru dan ODGJ yang digunakan oleh kader SIGESITE PIS-PK sedangkan ibu hamil dengan resiko tinggi digunakan oleh Bidan Desa,” ujarnya.
Ayu mengharapkan Pemkab Beltim bisa memberikan dukungan yang besar kepada SIGESITE PIS-PK ini sehingga bisa dipergunakan oleh seluruh Puskesmas di Beltim guna meningkatkan pelayanan standar bagi pasien-pasien yang mengalami gangguan kesehatan.(yas)