Manggar, Diskominfo SP— SMA Negeri 1 Manggar berhasil meraih Juara 2 Regional (11 Provinsi) dalam Lomba Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Paripurna Tingkat Nasional Tahun 2025.Lomba yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Kepala SMAN 1 Manggar, Sabarudin dan disaksikan Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar di Ballroom Swiss Bell Hotel di Pangkalpinang, Rabu (6/8).
Kegiatan ini digelar menindaklanjuti Hasil Pertemuan Konsolidasi Nasional Penyusunan Rencana Aksi Pembangunan Kependudukan dan Pemberian Apresiasi Bidang Kependudukan yang berlangsung di Bogor pada 22–25 Juli 2025. Dalam ajang bergengsi ini, SMAN 1 Manggar berada di posisi kedua, tepat di bawah SMAN 9 Jakarta yang meraih Juara 1, dan mengungguli SMAN 2 Pasangkayu di posisi ketiga.

Kepala SMAN 1 Manggar, Sabarudin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai, keberhasilan ini adalah bukti nyata dari sinergi yang baik antara pihak sekolah, pemerintah, dan mitra pendukung lainnya.
“Atas nama SMAN 1 Manggar, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah mendukung program SSK kami. Mulai dari guru, siswa, pengurus OSIS, komite sekolah, hingga BKKBN dan Dinas Pendidikan. Tanpa dukungan mereka, kami tidak mungkin mencapai posisi ini. Prestasi ini bukan akhir, tetapi awal untuk berbuat lebih baik lagi di masa depan,” ungkap Sabarudin.
Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus memperkuat program edukasi kependudukan, baik dalam bentuk integrasi ke dalam pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler.
“Kepedulian terhadap isu kependudukan harus menjadi budaya di sekolah, karena ini menyangkut masa depan bangsa,” tambahnya.
Keberhasilan ini diharapkannya menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan program serupa, demi mencetak generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya pengelolaan kependudukan.
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi yang terus dijaga, SMAN 1 Manggar optimis dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya di ajang berikutnya.
“Kami ingin menjadi sekolah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peduli pada masa depan bangsa melalui pemahaman dan kesadaran kependudukan,” tutup Sabarudin.
Sementara itu, Ketua Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) SMAN 1 Manggar, Triwarti, mengaku sangat bangga atas pencapaian ini. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras dan kerja sama seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga pihak pendukung lainnya.

“Kami sangat bersyukur dan bangga karena SMAN 1 Manggar bisa meraih Juara 2 di tingkat regional yang mencakup 11 provinsi. Ini adalah hasil dari dedikasi, kerja sama, dan semangat seluruh tim SSK. Terima kasih kepada pihak sekolah, BKKBN, pemerintah daerah, orang tua siswa, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun material. Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus mengembangkan program kependudukan di sekolah,” ujar Triwarti dengan penuh rasa syukur.
Triwarti menambahkan, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan internal sekolah, tetapi juga menjadi bukti bahwa isu kependudukan penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda sejak dini, terutama dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Perlu diketahui, program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang isu-isu kependudukan, keluarga berencana, pembangunan berkelanjutan, dan kualitas sumber daya manusia. Program ini diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran, kegiatan sekolah, dan proyek siswa agar menjadi bagian dari pendidikan karakter.
SMAN 1 Manggar sendiri telah menerapkan berbagai kegiatan inovatif dalam program SSK, di antaranya pembuatan media edukasi kependudukan berbasis digital, pembelajaran tematik lintas mata pelajaran, dan kampanye kesadaran penduduk melalui kegiatan seni serta literasi. (ver)
