Seleksi Bakal Calon Kades Digelar, Burhanudin Himbau Seluruh Panitia Patuhi Prosedur yang Berlaku

Februari 24, 2022

Manggar, Prokom Setda Beltim – Bupati Belitung Timur (Beltim) Burhanudin resmi membuka Seleksi Ujian Akademis Bakal Calon Kepala Desa pada Pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Belitung Timur Tahun 2022 di Gedung Auditorium Zahari MZ, Kamis (24/2).


Terselenggaranya ujian bakal calon kepala desa ini guna mengeliminasi kandidat calon kepala desa (kades) yang melebihi lima kandidat. Ada empat desa yang melakukan penjaringan bakal calon kades ini, yaitu Desa Baru, Batu Penyu, Senyubuk dan Simpang Pesak. 


Burhanudin saat diwawancarai menjelaskan bahwa ujian ini dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang ada dan besifat transparan. Dalam mengerjakan ujian pun para peserta diawasi oleh pihak kepolisian, sehingga sangat minim kemungkinan terjadinya rekayasa maupun kecurangan. Ia juga mengatakan pembuatan soal ujian tersebut dikerjakan oleh lembaga perguruan tinggi, bukan dari panitia pelaksana ujian. 


‘’Intinya tes ini transparan dan terbuka. Ada pengawas dari kepolisian, dari Polda. Jadi tidak ada kita mencoba untuk merekayasa tes ini. Kalau nanti ada yang mengatakan itu adalah uji coba, tidak transparan atau segala macam. Itu hanya fitnah dan suudzon saja. Panitia sudah bekerja profesional. Barang disegel, soal disegel. Kan yang bikin soal bukan daerah, bukan kita yang bikin soal. Kita menunjuk lembaga perguruan tinggi untuk menulis soal. Semua sudah cukup baiklah dilakukan oleh kawan-kawan panitia”, jelasnya.


Burhanudin berpesan kepada pantia pelaksana ujian untuk selalu menjaga profesionalitas, karena tugas panitia pelaksana, yaitu menyeleksi, memilih, serta menetapkan sesuai dengan pilihan masyarakat, sehingga tidak perlu ada keberpihakan ke calon tertentu yang akan menimbulkan pergesekan dan akan merusak tatanan demokrasi. Dirinya juga menghimbau seluruh panitia harus mematuhi prosedur yang ada dalam melaksanakan pemilihan bakal calon kepala desa. 


“Profesional lah, tidak usah bermain mau mendukung A mendukung B. Panitia itu tugasnya menyeleksi, memilih, menentukan. Sesuai dengan pilihan rakyat, tidak perlu/ jangan sampai menimbulkan pergesekan-pergesekan. Dekat dengan A karena saudara nyalon, akhirnya merusak tatanan demokrasi yang sebenarnya. Jangan terjadi seperti itu. Kita belajar dari pengalaman-pengalaman yang sebelum- sebelumnya. Sebagaimana saya melantik panitia, panitia itu harus profesional, pahami aturan, mekanismenya diikuti, prosedur dipakai. Insyaallah, rakyat telah menetukan pilihan, hitung suara, tetapkan sebagaimana prosedur yang ada”, pesannya. 


Burhanudin juga mengajak seluruh panitia serta peserta ujian bakal calon kades untuk menghargai demokrasi, saling menghormati serta menghargai. Sehingga apabila pemilihan kepala desa sudah selesai dilaksanakan maka persaudaraan antar sesama calon kandidat maupun pendukung calon kandidat tetap terjalin dengan baik. 


“Mari kita menghargai demokrasi dalam tatanan konsep yang sebenarnya, menghargai, menghormati. Indonesia ini bangsa yang beradab. Kita ini orang Melayu, saling menghargai, saling toleransi, saling tolong-menolong, etika kita bergaul, ketika pilkades selesai, selesai urusannya,” himbaunya.


Tidak lupa Burhanudin juga berpesan kepada masyarakat yang desanya menyelenggarakan pemilihan kepala desa untuk memilih pemimpin yang memiliki integritas serta kemampuan melaksanakan pemerintahan di desanya dengan baik.


“Pilih pemimpin yang memiliki integritas yang memiliki kemampuan melakukan pelaksaan tugas di desanya masing-masing, clear “, ujar Burhanudin.(Tr)

Mungkin Anda Berminat Membaca